Pemerintah Janji Bangun Rumah yang Dihancurkan Gempa
Minggu, 28 Mei 2006 | 23:36 WIB
TEMPO Interaktif, Klaten:Menteri Perumahan Rakyat, Yusuf Ansari menjanjikan bantuan pembangunan kembali rumah-rumah penduduk yang hancur akibat gempa Sabtu (27/5) kemarin. Namun, dia belum bisa memastikan jumlah dana yang disediakan termasuk kapan pembangunan kembali tempat pemukiman yang hancur tersebut. Yusuf mengatakan pihaknya kini masih melakukan inventarisasi kerusakan-kerusakan yang terjadi. "Nanti akan carikan dananya untuk membangun rumah penduduk," ujarnya Minggu (28/5).
Berdasarkan data yang dihimpun Satlak Penanganan Bahaya Bencana (PBB) jumlah, jumlah bangunan rumah yang roboh mencapai 12.073 rumah. Sementara yang mengalami kerusakan berat sebanyak 1.950 rumah dan rusak ringan 4.768 rumah. Bangunan pemerintah roboh 1 unit, rusak berat 22 unit dan rusak ringan 111 unit. "Tapi data ini masih bersifat sementara karena kami masih terus melakukan inventarisasi," kata Wakil Ketua Harian Satlak PBB Klaten, Imam Purwadi.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto mengatakan 7-10 hari ke depan setelah bencana dipergunakan untuk melakukan penanganan terhadap para korban gempa dengan kegiatan seperti evakuasi dan inventarisasi kerusakan. Sedangkan rehabilitasi bangunan warga yang mengalami kerusakan dijanjikannya segera dilakukan dalam waktu dekat dan sementara ini diminta agar masing-masing warga melakukannya sendiri-sendiri dulu.
Gubernur menyatakan, untuk rehabilitas bangunan, pemerintah tidak bisa membangun rumah baru secara kesuluruhan karena keterbatasan dana sehingga warga diminta tetap memanfaatkan bekas-bekas bangunan yang masih bisa dimanfaatkan. "Sebagian bahan-bahan nanti akan ditanggung oleh pemerintah. Namun kalau ada material yang masih bisa dimanfaatkan kita minta warga memanfaatkannya," katanya.
Imron Rosyid
Topik :






Komentar Anda :