Korban Gempa yang Meminta-minta Makin Banyak

Kamis, 01 Juni 2006 | 20:39 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Meski bantuan logistik telah didistribusikan ke lokasi penampungan korban genpa, namun sejumlah warga tetap meminta-minta di jalanan. Alasan mereka, bantuan yang diterima terbatas dan tak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

Ruas jalan utama antara Yogyakarta-Bantul tampak ratusan korban gempa berjejer meminta-minta uang kepada pengguna jalan. Pandangan serupa juga terlihat sepanjang jalur Yogyakarta menuju Kecamatan Imogiri yang berjarak sekitar 30 kilometer. Di kawasan ini peminta-minta berjejer cukup rapat.

Untuk menarik perhatian pengguna jalan seringkali mereka berdiri agak ke tengah jalan sehingga pengendara mobil atau motor harus mengurangi lajunta. "Kebutuhan kami tidak hanya makan. Kami harus beli pakaian, beli sabun mandi, dan sebagainya," kata Subiyantoro, warga Desa Jetis, Kamis.

Upaya mereka sebenarnya cukup membahayakan lalu lintas karena ruas jalan ini sangat padat. Warga korban bencana menadahkan kardus, kaleng, alat pelengkapan dapur, dan barang seadanya untuk tempat uang.

Mereka juga memasang papan di tengah jalan dengan berbagai tulisan bernada belas kasihan. Ketika diberitahu bahwa pemerintah akan membantu keuangan kepada para korban gempa, mereka tidak tahu. "Mana buktinya ada bantuan uang?’’ tanya Udin, warga Jetis yang lain.

Anas Syahirul






Komentar Anda

Kirim