Kiai PKB Evaluasi Dukungan ke Pemerintah
Rabu, 07 Juni 2006 | 10:42 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Setidaknya 43 kiai sepuh se-Jawa yang selama ini menjadi pilar dukungan bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Muktamar Surabaya mengadakan pertemuan di Pondok Pesantren Langitan Tuban siang ini. Pertemuan itu bertujuan mengevaluasi dukungan para kiai terhadap Pemerintah Yudhoyono yang dianggap tidak lagi berpihak kepada para kiai PKB.
Ketua Umum DPP PKB versi Muktamar Surabaya, Choirul Anam, mengatakan selama ini para kiai telah menunjukkan komitmen memberikan dukungan kepada pemerintah. Di antaranya, ketika pemerintah menaikkan harga BBM, para kiai PKB menyatakan dukungannya karena memang negara sedang krisis keuangan. Para kiai memberi pengertian kepada umat tentang pentingnya pencabutan subsidi BBM yang mengakibatkan harga naik.
Namun, kata dia, dukungan itu tidak mendapat imbalan sebanding dari pemerintah. Menurut Anam, para kiai melihat pemerintah telah menjadikan PKB sebagai dolanan. Padahal, kata dia, para kiai pernah beberapa kali bertemu Presiden Yudhoyono dan menyatakan ikrar bahwa dalam kondisi senang atau susah, para kiai akan mendukung Pemerintah Yudhoyono.
"Sekarang, para kiai kecewa karena pemerintah berpihak dan tidak serius mengatasi konflik PKB. Kami merasa Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin sebagai kepanjangan tangan pemerintah tidak bersikap tegas terhadap dualisme PKB. Padahal, telah ada keputusan MA yang menyatakan PKB milik para kiai ini yang menang secara hukum," katanya.
Gertakan Anam kepada pemerintah ini menyusul keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan PKB versi Muktamar Semarang atas dualisme PKB. Salah satu keputusannya adalah PKB versi Muktamar Surabaya dilarang menggunakan atribut PKB.
Sunudyantoro





