DPR Kecewa Hasil Rekonstruksi Aceh

Jum'at, 09 Juni 2006 | 18:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum DPR Agung Laksono dan Waki Ketua DPR Muhaimin Iskandar menyatakan kecewa terhadap hasil rekonstruksi di Aceh. Sebab dari segi penataan ruang, terkesan tak ada
perencanaan dalam pembangunan rumah warga maupun infrastrukturnya terutama didaerah Ulee Lheu dan Lampaseh.

“Saya meminta agar pemerintah memperhatikan lagi apa yang dilakukan BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi),” kata Agung dalam konferensi pers di Gedung DPR siang tadi.

Ia bersama Muhaimin dua hari lalu melakukan kunjungan ke Aceh. Dari hasil pemantauan, Agung menilai pekerjaan BRR terlalu lambat, sehingga menyebabkan sekitar 10 ribu orang masih mengungsi.

Karena itu dia meminta agar BRR bisa melakukan yang lebih dari saat ini. BRR juga diminta berkoordinasi dengan lembaga swadaya yang memberikan sumbangan.

Muhaimin menambahkan BRR selalu beralasan bahwa konsep tata ruang yang diterapkan adalah partisipatoris yang melibatkan masyarakat untuk ikut mendesain. Untuk skala mikro, hal itu bisa dimaklumi. Tetapi secara makro akan menggangu rencana jangka panjang kewilayahan. “Tata ruangnya centang-perenang, bahkan tidak memiliki prospek pengembangan kewilayahan,” katanya. Aqida






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: