Delapan Korban Gempa Tewas Terserang Tetanus

Sabtu, 10 Juni 2006 | 19:56 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Korban gempa terjangkit tetanus. Lima korban gempa di Yogyakarta dan tiga lainnya di Klaten, Jawa Tengah, meninggal akibat tetanus. Lebih dari dua puluh orang lainnya dirawat karena penyakit ini di beberapa rumah sakit di Yogyakarta, Bantul, Gunungkidul dan Klaten, Jawa Tengah.

Koordinator Penanganan Korban Gempa yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta Bondan Agus Suryanto dan Ketua Tim Penanggulangan Gempa RSU Dr. Suradji Notonagoro, Klaten, Djoko Windoyo mengakui pelayanannya tak maksimal. Pihaknya kekurangan tenaga. “Pasien yang harus ditangani banyak, peralatan kami juga kurang sempurna,” kata Koordinator Penanganan Korban Gempa yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta dokter Bondan Agus Suryanto kemarin.

Sedangkan Djoko memperkirakan korban tetanus disebabkan karena perawatan yang kurang higienis. "Saat gempa hanya mendapat pertolongan pertama, mungkin lukanya masih kotor," katanya.

Menurut Djoko, sebagian pasien tetanus datang dalam kondisi sudah parah. Pihaknya sedang merawat seorang pasien yang sudah sangat parah. "Seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan," ujarnya.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari Jumat lalu memerintahkan agar warga diimunisasi untuk menghindari kejadian luar biasa tetanus. Ia meminta korban yang luka parah, penderita cacat dan anak-anak diprioritaskan. Pemerintah akan memberikan sekitar 400 ribu vaksin tetanus.

Hingga kemarin, Dinas Kesehatan Klaten, Jawa Tengah, Bantul, Gunung Kidul, Sleman dan kota Yogyakarta imunisasi masih berlangsung. Tapi, di Klaten yang akan mengimunisasi 437 ribu orang, upaya ini ditolak. "Petugas dari 25 Puskesmas keliling kami kerahkan, tapi banyak warga menolak," kata Kepala Sub-Dinas Kesehatan Klaten, Agus Susanto.

Selain imunisasi tetanus, Klaten juga akan melakukan imunisasi campak untuk 175 ribu balita dalam sepekan. Menurut Kepala Seksi Pengamatan Penyakit Klaten, Sanyoto vaksin juga diberikan kepada relawan. syaiful amin | imron rosyid | anas syahirul






Komentar Anda

Kirim