LINA, Wadah Politik Perempuan Bekas GAM

Senin, 12 Juni 2006 | 15:32 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Sejumlah tokoh perempuan Aceh mendeklarasi lahirnya Liga Inong Aceh (LINA), di Rodya Cafe, Banda Aceh, kemarin. Liga dimaksudkan untuk menampung aspirasi politik kaum perempuan di Aceh, seperti kelompok Inong Balee, perempuan yang ikut berjuang bersama GAM, sebelum perjanjian damai disepakati.

Deklarator LINA adalah Shadia Marhaban (istri William Nessen - wartawan Amerika Serikat), Dewi Muthia (istri M. Nazar – mantan Ketua Dewan Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh), Cut Fatma Dahlia, dan Maryati. Menurut Shadia, LINA sengaja dibentuk agar perempuan Aceh bisa ikut berpolitik dalam memikirkan nasib dan menyalurkan aspirasinya. Selama ini, kata dia, para inong balee dan korban konflik perempuan tidak ada yang memikirkan nasibnya. Adi Warsidi






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: