Presiden Ajak Masyarakat Perangi Penjarah Hutan

Senin, 12 Juni 2006 | 19:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh masyarakat Indonesia memerangi pencurian dan penebangan hutan ilegal secara total. Ajakan ini disampaikan Presiden saat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Istana Negara, Jakarta, hari ini.

"Mari kita perang total terhadap pencurian dan penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab," ujar Presiden. Presiden meminta aparat kepolisian menindak secara tegas orang-orang yang kini ditahan karena terlibat penebangan ilegal, termasuk penyandang dana dan dalangnya.

"Hutan dibabat semena-mena, ditebangi secara liar dan kayunya dicuri tanpa rasa tanggung jawab," sesal Presiden.

Presiden mengatakan, akibat penebangan ilegal lebih dari dua juta hektare hutan di Indonesia rusak setiap tahunnya, dan ini masih terus berlangsung sampai sekarang, walaupun pemerintah telah meningkatkan langkah-langkah penegakan hukum.

"Banyak para penjahat yang kita tindak, namun penebangan hutan masih terjadi. Ini tidak boleh kita biarkan, yang meneguk untung adalah penjahat itu sendiri juga tukang tadahnya, baik dari dalam maupun luar negeri," tandas Presiden.

Perlunya melindungi hutan dari para penjarah, guna mencegah terjadinya bencana alam, misalnya bencana tanah longsor dan banjir. "Bencana-bencana itu bukanlah gejala alam semata, tetapi diakibatkan oleh ulah manusia, terutama mereka yang tidak bertanggung jawab," ujar Presiden.

sunariyah






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: