Penjagaan Daerah Perbatasan Terganjal Minimnya Personel
Minggu, 18 Juni 2006 | 22:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Satuan organik atau Komando Utama Operasi TNI yang menjaga di wilayah perbatasan belum dapat bekerja secara optimal. Penyebab utamanya karena terbatasnya sarana transportasi dan jumlah personel lapangan. Akibatnya, saat ini satuan tentara organik di perbatasan belum dapat menjaga wilayahnya sendiri.
Menurut Kepala Dinas Penerangan Umum TNI, Kolonel CAJ Ahmad Yani Basuki, kesimpulan di atas diambil setelah Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Endang Suwarya melihat daerah perbatasan wilayah operasional Komando Daerah Militer IX Udayana dan Komando Daerah Militer XVII Trikora.
"Jarak area pengamanan yang menjadi wilayah tugas relatif luas dan tidak diimbangi dengan jumlah personil. Satu pos diisi antara 15-20 orang. Padahal daerah yang diamankan cukup luas,” jelasnya, Minggu siang.
Yani belum dapat menyebutkan kesatuan mana saja yang dipersiapkan untuk dapat mengamankan wilayahnya sendiri.
Rencana mempersiapkan satuan organik untuk mengamankan wilayahnya lebih merupakan pernyataan awal. “Semacam lampu hijau dari Markas Besar TNI,” ujar Yani.
Bila rencana ini terwujud, diharapkan satuan organik tidak memerlukan pengerahan pasukan TNI dari pusat maupun daerah. Dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI, Endang dan rombongan juga meninjau Lantamal XI Kupang untuk melihat kebutuhan terkait dengan pengembangan pangkalan. Lantamal XI Kupang masih membutuhkan dukungan perumahan prajurit.
Rieka Rahadiana





