close

Lembaga Internasional Anggap Indonesia Aman Flu Burung

Jum'at, 23 Juni 2006 | 20:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertemuan para pakar flu burung yang berasal dari WHO dan FAO serta lembaga internasional lainnya menyimpulkan bahwa Indonesia belum memasuki tahap pendemi flu burung. Artinya, perkembangan virus flu burung di Indonesia belum memasuki fase bahaya pandemi.

“Kasus flu burung di Indonesia saat ini masih sama dengan kasus flu burung di negara lain, yaitu berada di tingkat tiga, penularan antarunggas ke manusia. Bukan dari manusia ke manusia,” kata Keiji Fukoda, Koordinator Program Penanganan Flu Burung Dunia untuk WHO, Jumat sore.

“Sampai saat ini juga tidak ditemukan kasus baru di dunia, maka tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan pandemi flu burung,” kata Fukoda. Pertemuan selama 21-23 Juni 2006 itu dilaksanakan oleh Komisi Nasional Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influensa itu menyimpulkan kasus flu burung di Tanah Karo, tidak ditemukan bukti-bukti adanya cluster, melainkan penularan dari hewan peliharaan.

Dengan berbagai penelitian yang mereka diskusikan selama 3 hari juga menyimpulkan bahwa virus H5N1 yang ada di Indonesia belum bermutasi ke bentuk lainnya. Kasus flu burung masih mirip dengan kasus-kasus di negara lain yang di tahun sebelumnya banyak terdapat kasus flu burung, seperti Hongkong, Vietnam dan negara lainnya.

Menteri Kodinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie mengingatkan, bahwa Indonesia masih dianggap belum maksimal dalam mencegah dan memberantas flu burung. Karena itu, pihaknya mencanangkan program National Strategic Plan To Prevention and Control of H5N1, bekerjasama dengan WHO, FAO dan lembaga kesehatan dunia lainnya.

Mustafa Moses

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan