Psikiater di Indonesia Masih Minim
Kamis, 29 Juni 2006 | 21:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Salah satu penyebab lambatnya penanganan terhadap penderita gangguan jiwa di Indonesia adalah masih sedikitnya jumlah tenaga ahli pengobatan gangguan jiwa (psikiater).
"Di Indonesia, hanya terdapat satu orang psikiater per 100 ribu jiwa penduduk, atau sekitar 2.000 orang psikiatri dari seluruh populasi di sini," ujar Direktur Bidang Kesehatan Jiwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Benedetto Saraceno di sela-sela acara Konvensi Kesehatan Jiwa Indonesia III di Jakarta, hari ini.
Menurut Saraceno, sedikitnya jumlah tenaga psikiater tersebut lebih disebabkan oleh masih sempitnya paradigma dan pemikiran orang-orang Indonesia terhadap konsep gangguan jiwa itu sendiri. "Masih banyak yang takut untuk berkecimpung di dunia ini karena masih memandang bahwa gangguan jiwa itu berarti menangani orang gila," ia menjelaskan.
INDRA MANENDA ROSSI





