Senjata Koesmayadi dari Singapura
Selasa, 04 Juli 2006 | 12:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Anggota Komisi Pertahanan DPR dari fraksi PDIP, Sidqi Wahab, mengatakan senjata yang disimpan di rumah Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi (almarhum) datang dari Singapura. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi Pertahanan DPR dengan Kepala Badan Intelejen Negera (BIN), Syamsir Siregar, di Jakarta, hari ini.
"Informasi dari Kepala BIN, senjata itu keluar dari Singapura," kata Sidqi Wahab, disela-sela rapat komisi itu. Menurutnya, senjata itu bisa saja diperoleh dari pasar gelap di Singapura. Sebab sebelumnya Indonesia sempat diembargo militer oleh Amerika Serikat. Selain itu, asal usul senjata gelap itu juga dicurigai berasal dari Afrika Selatan.
Kepala BIN, ujar Sidqi, berjanji akan menanyakan masalah asal-usul senjata tersebut ke Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. "Pimpinan TNI juga harus tahu, darimana asal senjata itu," ujarnya.
Dalam rapat itu, kata Sidqi, Kepala BIN juga menyatakan bahwa jumlah senjata yang awalnya 145 pucuk, dipastikan bertambah. "Temuan terakhir jumlahnya 180 pucuk. Ada penambahan setelah dilakukan penggeledahan kembali di rumah Koesmayadi Komplek Raffles Hills," ungkapnya.
Sebagian senjata itu, digunakan untuk operasi di Aceh. "Tapi bukan untuk diberikan kepada separatis," ujar Sidqi.
Raden Rachmadi





