BIN Menduga Senjata Koesmayadi Ilegal
Selasa, 04 Juli 2006 | 15:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota Komisi Pertahanan DPR, Yuddy Chrisnandi, mengatakan Badan Inteligen Negara (BIN) mengaku tidak banyak tahu tentang asal usul sejumlah senjata yang ditemukan di kediaman almarhum Koesmayadi.
"BIN baru menganalisis kalau senjata itu diduga ilegal," kata Yuddy saat keluar dari ruang rapat tertutup Komisi Pertahanan DPR dengan Ketua BIN, Syamsir Siregar, di DPR, hari ini.
Yuddy menjelaskan, BIN hanya dapat menyebutkan dua orang yang paling mengetahui aliran senjata yang ditemuka itu. "Ya, yang paling tahu kata BIN adalah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang pernah menjadi atasannya langsung," kata dia. Keduanya adalah mantan Kasad Ryamizard Riyacudu dan Kasad Joko Santoso.
Karena diduga ilegal, kata Yuddy, DPR perlu membentuk Panitia Kerja (Panja). "Bila legal, Atase Pertahanan seharusnya tahu jalur senjata itu," kata dia. Jalur masuk senjata itu biasanya dari pintu Singapura.
Yuddy juga mengatakan, pembelian senjata itu juga diduga dari dana non budgeter atau di luar APBN. Dengan adanya dugaan dana non budgeter itu, otomatis ada pihak tertentu sebagai pemasok senjata. “Namun, lagi-lagi BIN tidak mengetahui siapa yang menjadi suplier itu,” ujarnya.
BIN, kata Yuddy, hanya menduga senjata itu pernah dilakukan untuk sebuah operasi. Namun penjelasan kedua Kasad yang pernah menjadi atasan almarhum Koesmayadi mengesankan kalau senjata tersebut memang sudah dipesan tapi tidak ditaruh di tempat sebagaimana mestinya.
Aguslia Hidayah





