Presiden Minta Urusan TKI Dipermudah

Kamis, 13 Juli 2006 | 18:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta urusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari mulai keberangkatan hingga pemulangan dipermudah. TKI layak diperlakukan layaknya pahlawan. Sebab mereka telah memberikan kontribusi devisa cukup besar, rata-rata Rp 24 triliun per tahun.

"Mata rantai pengurusan TKI perlu diperpendek," kata Presiden saat membuka Rapat Koordinasi Reformasi Penempatan dan Perlindungan TKI di Balai Kartini, hari ini. Bahkan Presiden minta agar TKI yang urusannya dipersulit dapat melapor melalui sms kepadanya.

Ia juga meminta polisi menindak tegas calo TKI, karena mereka kerap memalsukan identitas TKI dan menyalahi daerah penempatan yang telah disepakati. "Mari kita hentikan era ini," ujarnya. Presiden juga mengimbau peningkatan tenaga kerja berketerampilan untuk bekerja pada sektor formal agar devisa negara meningkat.

Selama ini TKI yang dikirim ke luar negeri kebanyakan bekerja pada sektor informal, terutama di rumah tangga. "Peluang pasarnya ada, dan putra-putri kita tidak kalah," kata Presiden.

Nur Aini






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: