Presdien: Kebersamaan Perdamaian Sejati di Aceh

Jum'at, 14 Juli 2006 | 21:22 WIB

TEMPO Interaktif, Bireuem:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan untuk mewujudkan perdamaian yang hakiki di Nanggroe Aceh Darussalam di perlukan kebersamaan dan ketulusan semua pihak.

”Undang Undang Pemerintahan Aceh yang telah disahkan bukan tujuan akhir. Namun bisa untuk membangun secara tulus dan bersama, agar perdamaian sejati di Aceh terwujud,” ujar Presiden dalam sambutannya di hadapan ratusan undangan saat peresmian Sekolah Sukma Bangsa di Desa Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, Bireuen (14/7).

Dia juga mengatakan, perlu langkah dan komitmen agar tidak lagi mengulangi kesalahan masa lalu. Dia mengharapkan kepada semua pihak untuk sama-sama menjaga dan menciptakan perdamaian.

Masyarakat, menurut Presiden, sudah mulai merasakan dampak dari perdamaian yang terjadi di Aceh. Buktinya sepanjang jalan yang dilalui setelah mendarat di Bandara Sultan Malikussaleh Lhokseumawe dan melanjutkan perjalanan udara dengan menggunakan helikopter ke Stadiun Cot Gapu Bireuen.

Dalam perjalanan darat menuju Sekolah Unggul Kemanusiaan, Presiden melihat bagaimana wajah-wajah ceria yang terpancar dari raut muka masyarakat di sepanjang jalan.
”Masyarakat mulai bangkit, dan sangat berbeda dengan sebelum terjadi perdamaian,” katanya.

Hasballah M Saad tokoh masyarakat Aceh, mengharapkan kepada masyarakat untuk dapat menerima undang-undang itu sudah mengakomodasi aspirasi masyarakat.

Imran MA






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: