Sistem Deteksi Tsunami di Laut Jawa Belum Berjalan

Selasa, 18 Juli 2006 | 21:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tsunami yang terjadi di laut selatan Jawa tidak dapat dideteksi sebelumnya karena alat yang biasa disebut TEWS (tsunami early warning sistem) belum terpasang. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) hanya dapat mendeteksi informasi tentang gempa.

"Belum bisa diinformasikan 100 persen kepada masyarakat karena peralatannya masih dibangun," ujar Kalla malam ini usai sidang bersama Presiden dan jajaran Kabinet Indonesia Bersatu di kantor Presiden.

Adapun TEWS saat ini baru bisa mendeteksi gempa dan tsunami di laut Sumatra. Kalla mengungkapkan butuh waktu tiga tahun untuk memiliki sistem deteksi itu di seluruh Indonesia.

Mengenai bencana kemarin yang menewaskan 341 orang dan menghilangkan 229 orang, Kalla menjelaskan prosedur penyelamatan sebenarnya sudah berjalan, karena pada menit keempat jam 15.19 telah diketahui bahwa akan terjadi gempa dan sudah diinformasikan ke 400 poin komunikasi secara otomatis. Pemerintah daerah pun langsung mengamankan penduduknya.

Tetapi, peristiwa tsunami agak terlambat dideteksi karena belum adanya alat TEWS itu. "Sehingga kita belum mencapai informasi yang belum dapat membangunkan masyarakat," kata Kalla.

Sunariah






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: