Anggaran Sistem Peringatan Dini Dibahas Pekan Depan
Jum'at, 21 Juli 2006 | 20:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan membahas anggaran pengadaan sistem peringatan dini terhadap tsunami pekan depan. "Presiden minta cepat, jadi minggu depan akan kami bicarakan anggarannya," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam keterangan pers, Jumat (21/7).
Pemerintah, dia melanjutkan, akan memobilisasi kemampuan teknologi nasional untuk memperbaiki sistem peringatan dini terhadap tsunami. Pemerintah juga akan mencontoh sistem peringatan yang dibangun di Sumatera oleh Jerman dan menerapkannya di wilayah lain.
Di masa mendatang, kata Kalla, perlu kerja sama internasional yang lebih baik dalam sistem peringatan dini terhadap gelombang tsunami. Jika gempa dekat dengan Australia, maka Australia harus memberitahu Indonesia dan sebaliknya jika gempa dekat dengan Indonesia. "Indonesia tidak bisa bekerja sendiri," ujarnya.
Soal menipisnya anggaran bencana, Kalla mengatakan akan menggunakan anggaran cadangan dari departemen yang memiliki anggaran tanggap darurat. Namun besarnya anggaran yang diperlukan tidak dapat diperkirakan karena berbeda dengan anggaran proyek yang bisa diperhitungkan.
Ketika ditanyakan jumlah anggaran bencana yang ideal, Kalla menukas, "Kalau mau ideal ya nol jadi tidak ada bencana." Ia meminta soal anggaran bencana tidak diperdebatkan, karena berapa pun besarnya pemerintah akan memenuhinya.
Mengenai usulan adanya asuransi bencana, Kalla berpendapat hal itu tidak mudah dilakukan. Sebab perusahaan asuransi akan meminta premi besar untuk asuransi daerah rawan bencana yang membuat tidak semua masyarakat bisa membayarnya. Oktamandjaya Wiguna





