|
Wakil Presiden Serukan Ulama Bersatu
Jum'at, 28 Juli 2006 | 13:33 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap alim ulama bersatu. Jika ulama berbeda tidak hanya masyarakat yang terpecah, tapi bangsa Indonesia ini akan sulit bersatu.
Menurut Kalla, intisari khittah 26 bukan hanya untuk menyatukan warga NU, tapi lebih dari itu menyatukan bangsa. "Siapapun boleh berbeda tapi tetap dalam NU," kata dia dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulaa di Surabaya, pagi tadi.
Bangsa ini, Kalla melanjutkan, butuh nasehat, arahan dan pandangan alim ulama. Ulama dibutuhkan baik dalam keadaan susah, sedih maupun gembira. "Saat sulit kita butuh ulama, saat sakit butuh ulama. Kita butuh doa dan nasehat ulama. Bangsa ini juga butuh ulama. Jadi pertemuan ini penting," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, dia meminta ulama mendoakan dan memberikan nasehat agar bangsa Indonesia segera keluar dari kemelut krisis. Dalam tujuh tahun terakhir musibah terus terjadi di Indonesia. Dalam empat tahun terakhir terjadi konflik, Poso, Ambon, Kalimantan Tengah dan Aceh. Dalam dua tahun terakhir terjadi musibah alam yang tak bisa dirunding. "Musibah manusia masih bisa berunding, tapi Kalau musibah alam tak bisa berunding,' katanya.
Wapres juga menyatakan kegembiraannya atas kembalinya NU ke khittah 26 yang pada tahun 70-an khittah NU sempat melenceng dan hari ini kembali ke jalur yang sama yakni ke khittah 26. Adi Mawardi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|