Enam Anggota Organisasi Papua Merdeka Serahkan Diri
Minggu, 30 Juli 2006 | 03:24 WIB
TEMPO Interaktif, Wamena : Enam anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) meyerahkan diri ke aparat pemerintahan kabupaten Tolikara, Sabtu (29/7) siang. Dari mereka disita sebuah senjata laras panjang rakitan serta dua buah peluru jenis double loop.
Keenam orang tersebut terdiri dari, satu orang wanita dan lima orang pria yang semuanya mempunyai hubungan saudara. “Kami ingin membangun desa kami,” kata pimpinan kelompok tersebut, Panus Pagawah.
Hal itu diungkapkannya kepada jajaran Kementrian Kesejahteraan Rakyat, Abu Rizal Bakrie, Bachtiar Chamsyah, Meutia Hatta yang didsampingi oleh Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegam, dan Bupati Tolikara, John Tabo, di Bandar Udara Wamena, Papua, pukul 15.00 WIT hari ini.
Selama ini, Panus dan gerombolannya bergerilya di pegunungan Bokon Dini, Kabupaten Tolikara. “Kami masih menganggap mereka (OPM) sebagai saudara kita,” kata Abu Rizal Bakrie yang memimpin langsung acara penyerahan diri tersebut.
Menurut Komandan Komando Distrik Militer 1702 Jaya Wijaya, Letnan Kolonel Sarjono, kekuatan-kekuatan OPM saat ini mulai melemah. Selain posisi mereka yang sangat berjauhan dan terpecah belah, saat ini usia para anggota OPM itu juga sudah tua. “Juga sering terjadi pergesekan diantara mereka sendiri,” tuturnya kepada Tempo.
Mustafa Moses





