Menteri Kesehatan: Vaksin H5N1 Khas Indonesia
Senin, 31 Juli 2006 | 11:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Kesehatan sedang membuat anti bodi virus flu burung H5N1 yang khas Indonesia. Tetapi vaksin itu masih dalam proses produksi. "Vaksin H5N1 harus dikembangkan khusus dan khas Indonesia," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Sapari kepada Tempo hari ini.
Menurut Siti Fadilah, semestinya virus flu burung H5N1 ditangani dengan antibodi yang pas. Antibodi flu burung subtipe H5N2 tidak bisa menyembuhkan H5N1.
Flu burung yang ada di Indonesia, ujarnya, hanya bisa diatasi oleh vaksin khas Indonesia. Karena itu, Departemen Kesehatan mengusahakan membuat vaksin sendiri. "Vaksin H5N1 itu harus dibuat sendiri," ulasnya.
Siti menjelaskan, H5N2 tidak cocok apabila digunakan pada manusia yang terserang flu burung. Anti bodi C6, menurut dia, malah lebih pas di Indonesia.
Departemen Kesehatan tidak pernah merekomendasikan kepada Departemen Pertanian membeli vaksin H5N2 untuk menangani flu burung. Karena, vaksin itu akan digunakan pada hewan. "Departemen Kesehatan tak terlibat karena itu kewenangan Departemen Pertanian," kata dia.
Purwanto





