Indonesia Kecewa pada Dewan Keamanan PBB
Rabu, 02 Agustus 2006 | 22:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia kecewa terhadap Dewan Keamanan PBB yang tidak segera membuat resolusi terhadap konflik bersenjata antara Hizbullah dan Israel di Libanon. "Faktanya sampai hari ini Dewan Keamanan PBB belum melakukan apa-apa," kata Menteri Luar Negeri, Nur Hasan Wirayuda, di Istana Negara Jakarta, Rabu.
Hasan mengatakan pemerintah menyayangkan Dewam Keamanan K PBB dalam sidangnya baru-baru ini justru membuat resolusi untuk masalah pengayaan nuklir di Iran. Padahal, kata dia, ada masalah lain yang lebih mendesak yakni serangan Israel yang mengakibatkan banyak penduduk sipil tewas.
Indonesia, lanjutnya, berharap DK PBB segera mengeluarkan keputusan gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel. Hasan meyakini resolusi tersebut akan menghentikan pertikaian karena keputusannya bersifat mengikat untuk semua pihak.
Hasan mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri akan menghadiri sidang luar biasa Organisasi Konferensi Islam di Kuala Lumur, Malaysia yang membahas konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah tersebut. Sidang yang diikuti 15 negara anggota OKI tersebut akan menyamakan posisi untuk mendesak Dewan Keamanan PBB segera bersidang dan mengeluarkan resolusi masalah Libanon.
Selain mengikuti sidang OKI, presiden juga akan menemui kalangan pengusaha yang diharapkan memiliki minat berinvestasi di Indonesia. Presiden, kata dia, juga akan mendapatkan penghargaan khusus dari organisasi Pramuka Malaysia.
Oktamandjaya Wiguna





