OKI Memulai Sidang Darurat

Kamis, 03 Agustus 2006 | 13:32 WIB

TEMPO Interaktif, Putrajaya:Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengadakan sidang darurat hari ini. Sidang yang diberi tajuk "Meeting of Friends of the Chairman of the 10th Islamic Summit Conference" ini, diprakarsai Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Abdullah Badawi, selaku Ketua OKI.

Fokus yang dibahas selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) darurat ini adalah serangan Israel ke Lebanon yang telah menelan banyak korban masyarakat sipil. OKI mendesak PBB segera melakukan gencatan senjata. Dengan itu, bisa menjadi haluan bagi negara-negara anggota OKI turut mengirim pasukan perdamaian ke Asia Barat, di bawah bendera PBB.

"Serangan Irael semakin jauh ke dalam daerah Lebanon. Saban hari korban bertambah, kepentingan umum musnah, segala-galanya hancur. Apa yang terjadi di Libanon, tidak bisa diberi toleransi lagi, tapi harus diberi tantangan keras," jelas Abdullah dalam pidatonya di Hotel JW Marriott, Putrajaya, pagi tadi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, 17 negara anggota OKI telah mengirim delegasi ke perhelatan tersebut, yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, Jordan, Indonesia, Iran, Bangladesh, Pakistan, Turki, Azerbaijan, Libanon, Palestina, Yaman, Saudi Arabia, Sinegal, Mesir, Suriah dan Qatar.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang didamping Ibu Negara tiba di Kuala Lumpur kemarin pukul 19.00 waktu setempat dengan pesawat kepresidenan, Boeing 737-500 milik Garuda Indonesia.

TH Salengke

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: