Gusdur: Fatwa NU Jangan Dibesar-besarkan
Senin, 07 Agustus 2006 | 20:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Syura PKB Abdurrahman Wahid meminta agar fatwa NU tentang pelarangan infotaiment tidak terlalu dibesar-besarkan. “Itu biasa, PBNU punya pendapat yang lain terserah,” katanya di Wahid Institude, Senin (7/8).
Dia menambahkan masyarakat harus jeli dalam menyikapi fatwa itu. “Yang terpenting dilihat dulu siapa yang mengeluarkan fatwa itu, apakah sudah berhak mengeluarkan fatwa atau belum,” katanya. Dia menegaskan fatwa ini bukan sesuatu yang sakral. “Semua itu bisa berubah, tergantung keadaan (jaman),” katanya.
Dia mencontohkan dahulu ada fatwa bahwa perempuan dilarang memimpin dalam peragaan alat musik, namun saat ini sudah biasa dan tidak ada larangan lagi. “Semua orang punya pendapat berbeda jangan terlalu dipersoalkan,” katanya.
Ketika ditanya pendapat Gusdur terhadap Infotaiment, Dia mengatakan dirinya melihat infotaimen seperti layaknya TNI. “Yang tidak saya suka dari TNI militerismenya bukan TNI-nya jadi semuanya jangan digeneralisir,” katanya. Eko Ari Wibowo





