Ujian Nasional Dipertahankan
Rabu, 09 Agustus 2006 | 13:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ujian Nasional sebagai penentu kelulusan pelajar sekolah dasar dan menengah akan tetap dipertahankan untuk waktu ke depan. Kesepakatan ini diambil sebagai salah satu hasil Rapat Kordinasi Nasional Departemen Pendidikan Nasional bersama para anggota DPR, DPD, pakar, dan penyelenggara pendidikan.
"Peserta sidang umumnya ingin tetap mempertahankan Ujian Nasional," kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo pada acara temu pers seusai menutup Rakornas di Hotel Sahid Jaya, Rabu siang (9/8).
Ia mengatakan, walaupun tetap dipertahankan, rapat itu merumuskan hal-hal yang harus dibenahi dn diperbaiki untuk pelaksanaan berikutnya. Seperti Menteri harus menetapkan peraturan tentang penyelenggaraan ujian nasional 6 bulan sebelum pelaksanaan ujian. Dan melakukan sosialisasi jauh hari sebelumnya.
Sebelumnya, nara sumber dari Komisi II, Profesor Ki Supriyoko, yang membahas tentang ujian nasional ini mengatakan, dinamika di dalam forum cukup tinggi ketika masalah ujian ini dilemparkan ke peserta sidang. "Banyak yang memberikan pendapat dan ada yang beberapa menentang ujian nasional," katanya.
Sidang ini juga megusulkan ujian nasional untuk sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah agar dihapus. Juga metodologi, penyiapan bahan ujian, dan manajemen penyelenggaran pelaksanaan ujian ini agar dirapikan. Untuk memberikan kepercayaan hasil ujian nasional ini kepada masyarakat.
Mustafa Moses





