Menteri Lingkungan Hidup Tolak Lumpur Lapindo Dialirkan ke Laut
Kamis, 10 Agustus 2006 | 13:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar menolak lumpur Lapindo dialirkan ke laut. Menurut dia, jika dialirkan ke laut, lumpur tersebut akan sulit dikontrol. ”Ini akan memindahkan perkara menjadi lebih parah," ujarnya di Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jakarta, Kamis (10/8).
Rahmat mengatakan, jika dibuang ke laut, lumpur itu akan menyebar ke mana-mana. Bahkan, lumpur itu bisa mencapai Muncar, Tanjung Perak, Madura bahkan Bali. Selain akan menimbulkan masalah lain, menurut Rachmat, untuk membawa lumpur tersebut ke laut juga akan mengalami kesulitan. ”Lumpur tidak berbentuk padat sehingga tidak bisa diangkut dengan truk.”
Lumpur Lapindo berencana dialirkan ke selat Madura. Ide ini diambil karena sepuluh kolam penampungan yang ada tidak mampu menampung lumpur yang terus mengalir.
Rahmat mengusulkan dibuat waduk penampungan yang lebih besar. Untuk mengantisipasi jebolnya tanggul waduk, dia meminta warga di sekitar waduk penampungan untuk dievakuasi. Terhadap warga yang dievakuasi, kata dia, Lapindo harus memberikan ganti rugi. | SUTARTO





