Indonesia Kirimkan 66 Delegasi Konfrensi AIDS

Kamis, 10 Agustus 2006 | 20:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia akan mengirimkan 66 orang delegasinya untuk menghadiri Konfrensi AIDS Internasional ke-16 di Toronto, Kanada. Konfrensi ini akan berlangsung pada tanggal 13 sampai 18 Agustus 2006 mendatang. "Keikutsertaan Indonesia ini bisa menjadi tolak ukur komitmen berbagai elemen bangsa untuk melakukan upaya penanggulangan yang lebih efektif," ujar Nafsiah Mboi, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, pada jumpa pers, Kamis sore (10/8).

Istimewanya dari partsipasi Indonesia tahun ini adalah delegasi yang diberangkatkan berasal dari berbagai kalangan. "Selain dari pakar kesehatan, ada juga dari pemerintahan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta para aktivis HIV/AIDS," ungkap Ruddy Gobel, Staf Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Nasional.

Ruddy juga melanjutkan, jumlah delegasi yang diberangkatkan juga yang terbanyak dari partisipasi Indonesia sebelumnya. Konfrensi ini diadakan setiap tahun, dan Indonesia selalu hadir dan mengirimkan delegasinya ke acara tersebut. Rombongan akan bertolak dari Jakarta pada tanggal 11 Agustus.

Diantara beberapa nama delegasi yang akan diikutsertakan, terdapat nama-nama seperti Dr. Tarmidzi Taher, Ulama yang juga mantan Menteri Agama; Drs. Ali Msehan Moesa, Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama Jawa Timur; serta Gregorius Mau Bili, Wakil Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Nafsiah mengungkapkan, keikiutsertaan Indonesia kali ini diharapkan dapat memperoleh hal baru mengenai strategi penanggulangan AIDS yang lebih baik. "Kita masih perlu terus belajar dari negara lain untuk menanggulangi AIDS ini secara efektif," katanya.

Konfrensi AIDS Internasional ini merupakan pertemuan internasional terbesar yang membahas HIV/AIDS yang di dalamnya terdapat pertemuan terbuka dan independen untuk tukar-menukar ide, pengetahun, pengalaman, dan pemaparan hasil-hasil riset yang ada di berbagai negara. Pertemuan ini bertujuan untuk saling memperkuat upaya pencegahan, pengobatan, perawatan di seluruh dunia.

Nafsiah menambahkan bahwa berdasarkan konfirmasi dari panitia penyelenggara di Toronto, konfrensi ini secara total akan dihadiri kurang lebih 20.000 peserta dari beberapa negara di dunia. "Peserta yang hadir berasala dari berbagai macam profesi, seperti ilmuwan, politisi, usahawan, pemimpin masyarakat, organisasi non pemerintah, dan sebagainya," jelasnya.

Sementara itu, menurut salah satu delegasi Indonesia, Suryadi Gunawan, delegasi yang akan ikut serta diharapkan dapat menjadi investasi besar dalam mempertajam kampanye penanggulangan AIDS. "Mudah-mudahan sepulang dari sana, delegasi yang berasal dari beberapa daerah bisa bertindak sebagai narasumber untuk mengkomunikasikan bahayanya AIDS di daerahnya masing-masing," tuturnya. Indra Manenda Rossi

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: