Pemerintah Rancang Skenario Atasi Kebakaran Hutan
Jum'at, 25 Agustus 2006 | 15:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah membuat skenario penanganan jangka pendek dan jangka panjang kebakaran lahan di Sumatera dan Kalimantan yang mengakibatkan kabut asap. “Kebakaran ini berdampak besar terhadap lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan hubungan luar negeri,” kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie kepada pers seusai Rapat Koordinasi Antar Menteri siang tadi.
Untuk jangka pendek pemerintah akan membuat hujan buatan dan waterbom untuk memadamkan api secara cepat. “Kita tentu tidak bisa mengharapkan keberhasilan (pemadaman api) 100 persen, tapi setidaknya bisa mengurangi api,” kata Aburizal didampingi Menteri Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman dan Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar.
Kebijakan jangka pendek itu dikoordinasikan oleh Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana dan Pengungsian (Bakornas PBP) bekerjasama dengan Manggala Agni dari Departemen Kehutanan. Bakornas merupakan badan yang bertanggung jawab terhadap penanganan bencana alam atau ulah manusia sesuai keputusan presiden.
Hujan buatan dan waterbom dimulai dengan tahap latihan pada 1-2 hari mendatang dan selanjutnya dilaksanakan di lokasi kebakaran. Hujan buatan dan waterbom akan dilakukan dengan menggunakan pesawat Hercules.
Waterbom berkapasitas 1000-3000 liter akan dijatuhkan di lokasi kebakaran di Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. “Anggaran Rp 1-2 miliar masih bisa ditanggulangi dengan anggaran bencana,” kata Aburizal.
Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah penegakan hukum bagi perkebunan besar yang ditengarai membakar untuk membuka lahan.
Pemerintah menyiapkan pemberian insentif bagi masyarakat yang tidak membakar untuk membuka lahan. “Kami beri bibit gratis,” kata Aburizal. Selain itu, juga akan diberikan alat-alat untuk mengurangi keasaman tanah, seperti kapur, karena umumnya masyarakat juga membakar lahan untuk mengurangi keasaman tanah.
Pemerintah juga mengembangkan sistem pemberitahuan dini untuk pendeteksian kebakaran dengan Sistem Pendeteksian Bahaya Kebakaran yang akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.
Seusai konferensi pers Kusmayanto mengatakan perkiraan dana yang dibutuhkan untuk hujan buatan Rp 1-1,2 miliar, sedangkan untuk waterbom belum diperkirakan. “Untuk waterbom kami memerlukan water bucket, ini yang belum bisa diperkirakan,” katanya.
Kusmayanto menerangkan, setiap pesawat Hercules mampu membawa 8000 liter air hujan buatan. “Kami sedang mencari tangki-tangki air itu karena kalau bikin dulu, tidak sempat,” katanya. Rachmat mengatakan bahwa tahun ini terjadi penurunan jumlah titik api. “Tahun ini 2000-3000 titik api kebanyakan di Riau.” Nur Aini





Komentar Anda :