Target 2008 Indonesia Bebas Flu Burung Sulit Dicapai
Minggu, 27 Agustus 2006 | 00:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah kalangan pesimistis terhadap target pemerintah Indonesia pada 2008 bebas dari flu burung. Menurut Wakil Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Pandemi Avian Influenza, Tri Setyana Puteri Naipospos, melihat kondisi di lapangan target tersebut sulit dicapai. “Secara realistis, saya cukup pesimistis,” tegasnya, kemarin.
Tekad bebas flu burung ini disampaikan pemerintah beberapa waktu lalu. Pengendalian flu burung, katanya, masih mengalami beberapa kendala teknis dan administratif. Pemerintah selaku pemegang kebijakan tertinggi belum efektif mengatasi hambatan yang ada.
Kendala yang dimaksud Tri terutama pada masalah administrasi bea masuk terhadap bantuan luar negeri yang berwujud barang, seperti vaksin, tamiflu, dan peralatan rumah sakit. “Proses administrasi yang berbeli-belit inilah yang merupakan hambatan utama penangulangan flu burung,” ujarnya.
Tri menjelaskan, arti bebas flu burung adalah upaya pemerintah bersama elemen lain bertekat tidak ada lagi kasus flu burung pada manusia. “Upaya under control dari semua pihak agar virus tidak berdifusi lagi ke dalam tubuh manusia,” lanjutnya.
Meskipun begitu, Tri tetap memiliki sedikit harapan bahwa target tersebut bisa dilakukan jika pemerintah mampu menempatkan isu flu burung dalam prioritas pertama agenda nasional. “Jangan cuma dijadikan agenda, tapi juga implementasi yang real di lapangan,” tukasnya.
Anggota DPR RI di komisi pertanian, Ishartono, mengatakan kendala lain yang terjadi adalah lamanya proses pencairan dana oleh pemerintah. "Menteri keuangan terkesan lamban dalam mengambil keputusan pencairan dana secara final," ujarnya.
Anggota Dewan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa itu menilai jika penanganan rutin sejak dini seperti ini, target bebas flu burung akan semakin sulit. "Kalau sekarang saja masih lamban kayak begini, bagaimana target akan tercapai," katanya.
Indra MR





