Dalam Tiga Bulan Panser TNI Sampai di Libanon

Sabtu, 02 September 2006 | 15:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Panser VAB yang akan dibeli Pemerintah Indonesia dari Prancis sebanyak 32 unit dikirim ke Libanon dalam jangka waktu tiga bulan. Menurut Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan Letnan Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin, tim pengadaan berangkat ke Prancis pada 10 September.

Tujuannya untuk memastikan pesanan panser pemerintah itu dan segera dikirim di daerah konflik. “Dalam tiga bulan harus delivery ke Libanon,” ujarnya usai pembukaan Bakti Sosial di Pusat Rehabitasi Cacat Rumah Sakit Sutoyo, Bintaro, Sabtu.

Sjafrie menjelaskan, dalam pembelian 32 kendaraan tempur itu untuk melengkapi 62 kendaraan tempur. Ada empat faktor yang menentukan pembeliannya. “Stok dan kondisi, harga, delivery time dan delivery estimation, serta tata cara pengadaan,” katanya.

Untuk pengadaan Departemen Pertahanan menggunakan sistem pembelian langsung dari pabrik. “Kami direct purchase dari Renault Truck dengan mendapatkan otoritas dari Departemen Pertahanan Prancis, Angkatan Bersenjata Prancis, dan Angkatan Darat Prancis,” ujar Sjafrie.

Panser-panser itu, lanjutnya, adalah panser recondition, karena VAB tidak lagi diproduksi. “VAB itu tidak ada yang dibuat lagi. Terakhir dibuat tahun 1997,” jelasnya.

Rieka Rahadiana






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: