Pemerintah Jamin Beras Impor Tak Merusak Pasar

Sabtu, 02 September 2006 | 19:25 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Menteri Perdagangan Marie Pangestu menjamin beras yang akan diimpor pemerintah tidak dijual bebas. Kebijakan impor beras, kata Marie, digunakan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah dan akan diikuti dengan pengawasan ketat.

"Beras impor akan dikelola oleh Bulog. Impor beras ini diprioritaskan untuk kondisi darurat seperti penanggulangan bencana alam serta kekeringan. Dalam kondisi tertentu, beras impor juga digunakan untuk operasi pasar," kata Marie Pangestu menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta, Sabtu.

Dikatakan Marie, masyarakat tidak perlu khawatir harga beras dalam negeri terpengaruh oleh masuknya beras impor. Jumlah beras yang diimpor, kata dia, tidak ada satu persen dari produksi beras nasional. Beras yang akan diimpor sebanyak 210 ribu ton.

Marie menegaskan, beras yang diimpor akan langsung masuk ke gudang dan baru akan dikeluarkan jika ada daerah yang terkena bencana atau membutuhkan pasokan. Itupun, lanjut Marie, beras yang dikeluarkan didasarkan atas permintaan.

Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, untuk saat ini daerahnya masih mampu mencukupi kebutuhan beras. Yogyakarta tidak membutuhkan beras dari luar daerah maupun beras impor. "Cadangan di petani masih cukup bahkan sebagian ada yang surplus," ujar Sultan.

Syaiful Amin

TOPIK






Komentar Anda

Kirim