Presiden Isyaratkan Perjanjian Ekstradisi – DCA Mulus
Selasa, 05 September 2006 | 20:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono optimistis perjanjian ekstradisi dan pertahanan (Defence Cooperation Agreement) Indonesia dengan Singapura akan selesai dalam waktu dekat. Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan Mayor Jenderal TNI Dadi Susanto mengungkapkannya seusai pembekalan para calon atase pertahanan di kantornya.
“Setelah pengarahan dari Bapak Presiden, kemungkinan deadlock sangat kecil,” katanya. Ia menceritakan, dalam pertemuan tim perundingan ekstradisi-DCA dengan pemimpin kedua negara, masing-masing bersikap lebih fleksibel. Itu sebabnya, ia optimistis dalam dua putaran kali lagi selesai.
“Putaran (pertemuan) berikutnya bulan November di Singapura,” ucapnya. Menurut dia, pertemuan kemarin kedua negara menyepakati dua pasal perjanjian pertahanan. Sebelumnya, disetujui sembilan pasal. Tapi masih enam pasal lagi yang masih alot, seperti durasi, yuridiksi, third party, dan traditional training area.
Rieka Rahadiana




Komentar Anda :