Lereng Merapi Diguyur Abu

Sabtu, 09 September 2006 | 13:36 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Angin kencang dan hujan abu melanda lereng Merapi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah hari ini. Angin kecang dan hujan abu melanda warga di sepanjang lereng gunung Merapi mulai dari Dusun Kepuharjo yang berada paling timur wilayah Sleman hingga Dusun Turgo di Kecamatan Turi di bagian barat lereng Merapi.

Angin yang berhembus dari arah Merapi membuat debu dan pasir sisa letusan gunung beterbangan. Angin juga menyebabkan pohon-pohon tumbang. Beberapa pohon yang tumbang, menimpa kabel listrik dan menyebabkan aliran listrik di sejumlah kecamatan di Sleman padam.

Di Sleman, angin kencang mulai terasa sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Namun kecepatan angin bertambah sekitar pukul 07.30. Angin berhembus dari arah timur laut menuju barat daya dengan kecepatan hingga 120 kilometer per jam.

"Warga panik karena angin kencang terjadi terus menerus. Kalau terkena wajah terasa sakit apalagi kalau terkena mata," kata Sukamto, petugas SAR Sleman yang tinggal di Kaliadem Kecamatan Cangkringan, Sleman. Hingga pukul 10.30 WIB, angin kencang masih terus terjadi. Beberapa atap rumah warga yang terbuat dari seng beterbangan. Sedangkan atap dari genting banyak yang berjatuhan.

Kepala Desa Umbulharjo Cangkringan, Bejo Mulyo saat dikonfirmasi menyatakan, angin kencang terjadi sejak pagi hari. Masyarakat di Dusun Umbulharjo, kata dia, tidak ada yang berani keluar rumah karena hujan abu sangat tebal. "Kami masih memantau kondisi sebab warga belum berani keluar rumah. Sejauh ini hanya beberapa pohon yang tumbang. Saya belum mendapat laporan soal korban," kata Bejo.

Begitu pun dengan warga Desa Balerante, Klaten. Penduduk desa itu menghentikan aktivitasnya. "Mungkin karena belum turun hujan, debu-debu Merapi saat meletus yang menempel di dedaunan tertiup dan beterbangan," kata Sukamto, warga Balerante.

Kapolsek Cangkringan, AKP Munawar saat dikonfirmasi menyatakan hujan abu berlangsung sejak pagi bersamaan dengan angin kencang. "Sejauh ini belum ada laporan korban dari warga. Kami mengharap jika ada warga yang keluar rumah, sebaiknya mengenakan masker karena abu sangat tebal," kata Munawar. syaiful amin | imron rosydi






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: