Presiden : Bahasa Jawa Jangan Hilang
Senin, 11 September 2006 | 14:55 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:
Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono berpendapat bahwa sekarang Bahasa Jawa mulai ditinggalkan oleh para pemakainya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. “Kalangan yang mulai meninggalkan tersebut terutama di kalangan generasi muda,” kata Presiden dalam sambutan tertulis pada pembukaa Kongres Bahasa Jawa IV di Semarang,Jawa Tengah, yang dibacakan oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo.
Menurut Presiden bahkan Bahasa Jawa ditinggalkan dalam lingkungan keluarga. Dongeng dalam Bahasa Jawa pun telah lama ditingalkan. “Mereka lebih menggunakan bahasa Indonesia,” katanya. Bahasa asing terutama Bahasa Inggris justru dalam posisi strategis. Akibatnya, perilaku masyarakat Indonesia berubah.
Maka Presiden meminta Bahasa Jawa tetap dilestarikan.“Jangan sampai bahasa Jawa hilang,” ujarnya dalam sambutan itu. Pelestarian Bahasa Jawa bisa dilakukan di keluarga dan sistem pendidikan formal.
Rofiuddin
Topik :






Komentar Anda :