Tim Kasus Munir Akan Direvitalisasi

Selasa, 12 September 2006 | 00:19 WIB

TEMPO Interaktif, Helsinki:Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barosso menanyakan perkembangan kasus Munir pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY menyatakan pemerintah menangani kasus ini secara serius.

Presiden Yudhoyono mengaku telah menanyakan perkembangan kasus Munir pada Kepala Polisi RI pekan lalu, ketika dua tahun kematian aktivis hak asasi manusia ini diperingati. ”Kapolri akan merevitalisasi tim kasus Munir,” kata Presiden kepada pers di Kedutaan Besar RI di Helsinki, Senin malam.

Presiden Yudhoyono membenarkan bahwa perkembangan kasus ini sempat ditanyakan oleh Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso dalam pertemuan di acara ASEM, Ahad silam. ”Saya menjawab sejak dulu pemerintah Indonesia ingin kasus Munir ditangani secara profesional dan ini memang membutuhkan ketangguhan penyidik,” katanya. Tentu semua proses ini harus dijalankan sesuai hukum,” ujarnya.

Munir tewas diracun di pesawat Garuda yang membawanya ke Belanda pada 7 September 2004. Presiden Yudhoyono kemudian membentuk tim untuk membongkar kejahatan ini dengan melibatkan para aktivis hak asasi manusia. Sampai saat ini baru satu pelaku yang telah disidang dan dinyatakan bersalah. Pollycarpus Budihari, pilot Garuda yang memindahkan Munir dari kelas ekonomi ke kelas bisnis, dinyatakan terbukti bersekongkol membunuh Munir. Sayangya hingga sekarang belum terjaring pelaku lainnya.

Selain soal Munir, secara umum para pemimpin Eropa menyatakan mengapresiasi proses demokratisasi dan pemenuhan hak
asasi manusia yang berlangsung di Indonesia. ”Kejadian di masa lalu memang masih menyisakan mispersepsi tentang Indonesia,” katanya. Itu sebabnya dalam berbagai kunjungan ke luar negeri Presiden mengaku selalu berupaya memperbaiki miskomunikasi itu. ”Saya tidak boleh bohong. Saya sampaikan bahwa secara makroekonomi kita positif walaupun masih ada beberapa masalah mikro yang perlu dibenahi, juga mengenai pengentasan kemiskinan,” kata Presiden yang malam itu terlihat cerah dan tampil penuh canda.

Mimik canda presiden berubah menjadi serius ketika ditanya mengenai perkembangan penangkapan tokoh pembalak liar di Cina. ”Saya merasa gembira dan menyampaikan penghargaan saya pada aparat hukum yang telah berhasil menangkap arsitek pelaku utama kegiatan illegal logging,” katanya.

Sejak tahun lalu, kata presiden, aparat hukum berupaya sungguh-sungguh untuk membongkar kegiatan ilegal loging. Ratusan tersangka telah ditangkap, ”tapi saya merasa tak adil jika yang dijerat itu hanya pelaku-pelaku di lapangan sementara arsiteknya, yang berada di belakang layar dan memperoleh keuntungan triliunan rupiah tak terseret hukum,” kata Presiden.

”Saya minta para penegak hukum, baik polisi, jaksa maupun para hakim, dapat menjatuhkan hukuman yang setimpal pada mereka dan mengembalikan aset-asetnya pada negara,” tambahnya.

”Saya ingin betul jangan hanya yang di lapangan yang ditangkap,” kata presiden. ”Saya tahu ini bukan hanya jarinmgan nasional tapi regional bahkan internasional,” tambahnya. ”Saya tahu kayu-kayu itu masuk ke negeri tertentu lalu dibuat menjadi furnitur mahal dan dijual dengan harga tinggi,” tutur presiden. Itu sebabnya kepala negara mengajak seluruh masyarakat, LSM dan pers agar membantu membongkar kejahatan ini.

Sebelum menggelar jumpa pers, Presiden Yudhoyono sempat mengadakan berramah tamah dengan puluhan warga Indonesia yang bermukim di Finlandia. Acara akrab dan hangat itu dimulai dengan nyanyian Selamat Ulang Tahun pada saat Presiden memasuki ruangan. Presiden menjelaskan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Finlandia sebelum melanjutkan perjalanan ke Oslo dan Kuba. Bambang Harymurti






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: