Industri Pertahanan Terjegal Industri Hulu
Kamis, 14 September 2006 | 16:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perkembangan industri pertahanan di Indonesia masih terjegal oleh industri hulu yang sejak krisis moneter delapan tahun lalu, industri ini masih belum bangkit sepenuhnya.
Keadaan ini menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertahanan Lilik Hendrajaya menjadi salah satu kelemahan dalam menunjang industri pertahanan. "Kurang sinerginya pengembangan industri hulu," kata Lilik di sela-sela acara Forum Komunikasi Departemen Pertahanan di aula Fakultas Teknik Universitas Pancasila, Depok, Kamis.
Lilik menjelaskan, saat ini insitusi yang digawanginya juga sedang mengembangakan berbagai prototipe yang dapat digunakan oleh industri pertahanan. "Namun masalahnya, prototipe belum bisa digunakan secara optimal," ujarnya. Sehingga ia mengharapkan adanya peraturan yang menjadi payung hukum bagi pengembangan industri pertahanan dan industri hulu dari kementrian terkait.
Menurut Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Budi Susilo Soepandji, penelitian dan pengembangan Departemen Pertahanan sedang mencoba untuk mengembangkan pesawat jet latih NOVA. "Pesawat ini bisa digunakan untuk jet fighter, ground attack,dan surface surveillance," kata.
Selain itu, lanjut Budi, pihaknya juga sedang mengembangkan kapal Catamaran yang dapat melaju 55 knot dengan jarak capai 400 mil. "Yang telah kita punya baru melaju 20 knot," jelasnya. Kapal ini cocok sekali untuk daerah yang tidak memiliki pelabuhan karena panjang draftnya hanya 3 meter. Rieka Rahadiana
Topik :






Komentar Anda :