close

PKB Muhaimin Laporkan Choirul Anam ke Polisi

Kamis, 28 September 2006 | 15:22 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur kubu Muhaimin Iskandar melaporkan Ketua DPW PKB Jaawa Timur versi Muktamar Surabaya, Choirul Anam dan Sekretarisnya, Arif Junaidi ke polisi, Kamis.

Sekretaris PKB Jawa Timur Khoirudin Abas, Wakil Sekretaris Adi Mawardi dan didampingi kuasa hukumnya, Anwar Rahman tadi pagi datang ke Kepolisian Daerah Jawa Timur. Mereka mempermasalahkan beredarnya surat Choirul Anam yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Timur, Kepala Polda Jawa Timur, dan sejumlah instansi lain.

Surat yang diedarkan pada 18 September lalu berisi
penjelasan dan pendirian PKB Jawa Timur. Surat itu ditandatangani Choirul Anam dan Arif Junaidi.

Menurut Khoirudin, Choirul Anam sudah tidak berhak mengatasnamakan PKB dan memakai atribut partai tersebut karena Departemen Hukum dan Hak Asasi manusia telah memutuskan mengakui PKB kubu Muhaimin Iskandar.

"Kami meminta polisi bertindak tegas dengan melarang Choirul Anam dan kawan-kawan menggunakan atribut partai dan mengatasnamakan PKB," kata Khoirudin.

Dihubungi secara terpisah, Choirul Anam menyatakan
bahwa dirinya masih sah sebagai Ketua DPW PKB Jawa Timur
hasil musyawarah wilayah di Tuban 2001 lalu.

Menurutnya, kepengurusannya baru akan habis pada
Oktober ini. Sedangkan mengenai penggunaan atribut dan
lambang partai, menurut dia, belum ada keputusan
hukum tetap karena pihaknya masih mengajukan
peninjauan kembali atas putusan Mahkamah Agung yang
memenangkan PKB pimpinan Muhaimin.

"Putusan MA masih kontroversi sehingga kubu Muhaimin tidak berhak mengklaim sebagai PKB yang sah," kata Anam.

Kukuh S Wibowo

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan