Habibie Diminta Ungkap Semua Kejadian pada 1998
Kamis, 28 September 2006 | 22:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Imparsial meminta mantan Presiden BJ Habibie mengungkapkan semua yang belum diceritakan dalam buku yang baru diluncurkan. "Menurut kami justru yang penting Habibie harus ungkapkan yang katanya 30 persen itu," ujar Rusdi Marpaung, salah seorang pekerja Imparsial, lembaga pengawas HAM.
BJ Habibie mengungkapkan buku yang berjudul Detik-detik Yang Menentukan yang baru diterbitkannya iru baru berisi 70 persen apa yang terjadi pada Reformasi 1998. Sedangkan 30 persen lain belum akan diungkapkan karena bisa menyebabkan disintegrasi bangsa.
Menurut Rusdi, justru 30 persen yang ada ini dinilai penting karena kemungkinan bisa membuka tabir tentang kejadian kerusuhan 1998 lalu. "Terutama yang menyangkut pelanggaran dan kejahatan HAM yang terjadi," ujarnya.
Dia mengatakan apa yang menjadi polemik saat ini antara mantan Pangkostrad Letjend Prabowo dan BJ Habibie tidak mengherankan. Menurut dia, masing-masing tokoh punya versi masing-masing. Habibie sebagai wakil presiden sebelum kerusuhan harus ikut bertanggung jawab dan membeberkan semuanya. "Justru penting apa yang ada di balik layar, betulkan ada pengerahan pasukan ke Jakarta saat itu," kata Rusdi.
Untuk menjelaskan versi masing-masing, kata Rusdi, lebih baik Prabowo juga menulis buku tentang kejadian tersebut. "Sudah tulis saja, tinggal masyarakat yang menilai," katanya.
Dian Yuliastuti, Tempo





