BUMN Industri Pertahanan Sepakat Kembangkan Corvett Nasional

Jum'at, 29 September 2006 | 04:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang industri pertahanan berjanji akan mengembangkan alat utama sistem kesenjataan (alutsista) yang dibutuhkan TNI. Dalam pertemuan triwulanan Departemen Pertahanan, TNI, dan BUMN Industri pertahanan, disepakati untuk menyiapkan pembangunan alat militer, seperti program kapal Corvett nasional.

Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin yang memimpin pertemuan itu mengatakan selain menyiapkan program kapal Corvett nasional, PT PAL juga akan mempersiapkan overhaul kapal perang. "Kapal perang di-ovrhaul dalam negeri dengan bekerja sama dengan industri dalam negeri," ujar Sjafrie dalam jumpa wartawan usai pertemuan itu di PT PAL, Surabaya, Kamis (28/9).

Sedangkan untuk program Corvett nasional, saat ini Departemen Pertahanan, TNI, dan BUMN Industri sedang membahas skema pembuatan kapal perang kelas sigma ini. "Corvett nasional tetap jadi tujuan kita, tapi alokasi anggaran dan skema kompetitif yang akan dipilih (masih dibahas)," jelas Sjafrie.

Mengenai pernyataan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono bahwa PT PAL mampu membuat kapal perang Corvett sebesar 30 persen, Direktur PT PAL Adwin H. Suryohadiprojo mengatakan PT PAL berkonsentrasi pada platform. "Itu 30 persen yang disampaikan menhan," ujar Adwin.

Direktur PT PINDAD Budi Santosa menuturkan bahwa pihaknya dan TNI Angkatan Laut telah menetapkan misi dan kegiatan kapal tersebut. "Saat ini spesifikasi teknik sudah ada, langkah selanjutnya tinggal alokasi anggaran," ujarnya.

Selain program Corvett, pertemuan yang juga dihadiri oleh Direktur Utama PT PINDAD Budi Santosa mengatakan untuk kebutuhan TNI Angkatan Darat, pihaknya sedang mengembangkan prototipe kendaraan ban APS (Angkut Personil Sedang) dengan isi 12 personil. "Prototipe produk PT PINDAD 6x6 akan ditampilan pada 5 Oktober," kata Sjafrie. Spesifikasinya, lanjutnya, disesuaikan dengan kebutuhan TNI Angkatan Darat.

PT Lembaga Elektronika Nasional yang bergerak dalam elektronik dan komunikasi akan bekerja sama dengan TNI dan Telkom untuk dalam sistem satelit komunikasi terpusat (siskomsat). "Bagian penting dalam suatu formulasi satelit komunikasi TNI," ujar Sjafrie yang hadir didampingi asisten logistik dari ketiga angkatan dan Direktur Jenderal Rencana Pertahanan Laksamana Muda Yuwendi dan Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan Marsekal Muda Slamet Prihatino.

Selain mengembangkan kendaraan angkut, PT PINDAD juga mengembangkan bahan baku amunisi (propelan). "Saat ini di tingkat pengkajian Dephan," ujar Sjafrie. Ia mengatakan untuk bahan peledak umum atau komersial akan dikembangkan oleh PT Dahana.

Rieka Rahadiana, Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: