close

Ba'asyir Terima 14 Pendeta dari Jerman dan Swiss

Senin, 02 Oktober 2006 | 14:13 WIB

TEMPO Interaktif, Sukoharjo:
Pendiri Pesantren Al Mukmin Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir menerima kunjungan 14 pendeta Kristen Protestan dari Jerman dan Swiss, Senin (2/10). Mereka berdialog dengan Ba'asyir seputar kerukunan antar umat beragama.

Kunjungan tersebut difasilitasi oleh Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. "Ini untuk medapatkan titik temu dari perbedaan keyakinan demi terciptanya kerukunan antar sesama umat manusia," ungkap Olaf Schuumann selaku pimpinan rombongan pendeta.

Ba'asyir yang didampingi Direktur Pesantren Ngruki, Ustadz Wahyuddin, berharap kunjungan itu bisa mendekatkan jarak antar manusia yang diakibatkan perbedaan keyakinan.
Kedua pihak memang secara prinsip menganut keyakinan yang berbeda, namun titik temu harus diupayakan demi kerukunan antar sesama manusia.

"Hidup rukun dengan non-muslim merupakan cita-cita Islam sejak dulu karena Allah dan Rasul-Nya sangat menganjurkan hal tersebut," kata Ba'asyir.

Dalam kesempatan itu, ia menyesalkan pernyataan Paus Benedictus XVI belum lama ini yang menyulut kontoversi karena dianggap mendiskreditkan Islam serta Nabi Muhammad. Bagi seorang muslim, kata dia, senjata hanya digunakan untuk bertahan dan membela diri dari serangan.

Ba'asyir juga mengimbau agar Dewan Gereja Internasional semakin berperan aktif dalam penciptaan perdaiaman di dunia. Ia menyebut, kaum Kristen di Indonesia masih kurang maksimal dalam penciptaan perdamaian.

Olaf menyatakan sependapat dengan pernyataan Ba'asyir, dan mengaku gembira bisa berdialog dengannya. Anas Syahirul

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan