Deplu Menanti Klarifikasi Kematian Al Faruq dari Amman
Senin, 02 Oktober 2006 | 18:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Luar Negeri masih menunggu klarifikasi kematian Umar Al Faruq dari Kedutaan Besar Republik Indonesia. Juru bicara Depertemen Luar Negeri, Desra Percaya mengatakan petugas di Amman mengalami kesulitan untuk masuk ke Irak.
"Tidak gampang juga masuk Irak," ujar Desra di kantornya, Senin. Menurut Desra, identifikasi apakah Al Faruq tewas atau tidak belum seratus persen diketahui karena belum adanya surat keterangan kematian dari Irak.
Mira Agustina, istri Al Faruq meminta pemerintah memfasilitasi keinginannya pergi ke Irak untuk memastikan apakah suaminya meninggal. Jika benar Faruq tewas, Mira meminta pemerintah memulangkan jenazah suaminya.
Didampingi pengacaranya, Eggi Sujana, Mira datang ke Kantor Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. "Saya meminta melalui Menkopolhukam Widodo AS untuk memfasilitasi saya untuk mengetahui jenazah siapa yang di Irak itu," kata Mira di kantor Menkopolhukam tadi.
Mira juga ingin mengklarifikasi kepada pemerintah terkait suaminya yang dituduh terlibat dalam aksi-aksi pengeboman di Indonesia. "Markas Besar Polri menyatakan bahwa suami saya tidak pernah menjadi aktor pengeboman di Indonesia," kata Mira.
Mira mengatakan sejak awal ia yakin suaminya tidak terlibat dalam aksi teror di Indonesia. "Sekarang sudah ada pernyataan dari Mabes Polri." Ia juga meminta pemerintah merehabilitasi nama baik suaminya yang terlanjur dicap sebagai teroris.
Mira membantah anggapan bahwa suaminya adalah agen CIA (agen rahasia Amerika Serikat) yang disusupkan ke Indonesia sehingga pemerintah mempunyai dalih untuk memberangus gerakan Islam radikal. "Saya berani mengatakan bahwa suami saya bukan agen CIA," ujarnya.
Suaminya hanyalah seorang muslim yang mempunyai keinginan kuat untuk membela sesama muslim yang tertindas. "Apa karena tujuan itu dia dipenjara, dikejar-kejar, lalu dibunuh?" ujarnya.
Mira dan Eggi tidak dapat menemui Menteri Widodo karena pertemuan belum dijadwalkan. Eggi akhirnya hanya menitipkan surat kepada pemerintah yang dialamatkan kepada Presiden, Menteri Widodo dan Kepala BIN.
Kedatangan Mira dan Eggi tidak diketahui oleh Desra. "Tidak ada laporan ke Departemen Luar Negeri, saya baru dengar (Mira) mau ke Menko Polkam," katanya. Soal permintaan Mira, kata Desra,
tergantung pada keputusan Menteri Widodo. "Kita lihat saja dari Polkam." RIEKA RAHADIANA | DIMAS ADITYO





