Presiden Puji Peran Hamid dan Kalla
Senin, 02 Oktober 2006 | 19:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan pencalonan dirinya sebagai nominator penerima Nobel Perdamaian tak lepas dari peran besar Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Hamid Awaluddin sebagai juru runding RI-Gerakan Aceh Merdeka dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Hamid dan Kalla punya peran besar dalam proses perundingan Helsinki,” Presiden menyatakan dalam siaran pers yang dibacakan juru bicara kepresidenan, Andi Alfian Malarangeng, Senin.
Presiden Yudhoyono masuk dalam peringkat tiga besar calon penerima Nobel Peace Prize 2006 setelah Martti Ahtisaari dan Rebiya Kadeer. Menurut Presiden, Hamid memiliki kecakapan dan kegigihan dalam bernegosiasi sehingga tercapai proses perdamaian di Aceh ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005
Presiden menilai, mantan Menteri Luar Negeri GAM Malik Mahmud, mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari, mantan Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto, Aceh Monitoring Mission, DPR serta ulama dan cendekiawan Aceh layak diberi penghargaan. “Sebenarnya mereka yang layak dapat penghargaan itu,”tegasnya.
Presiden mengatakan, pencalonan dirinya sebagai peraih Nobel juga merupakan apresiasi untuk Indonesia secara keseluruhan. badriah





