Sekolah NU Memprotes Aturan Departemen Agama
Minggu, 08 Oktober 2006 | 20:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pimpinan Pusat Lembaga Pendidikan Ma'arif, Nahdlatul Ulama menyatakan tak puas dengan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama mengenai kuota jam pelajaran agama Islam. “Kami akan mengadakan beberapa pertemuan dalam rangka menyikapi hal ini,” kata Toyib I.M, Wakil Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif NU.
Menurut dia, masalah ini tak bisa hanya disikapi secara parsial oleh pemerintah. Seharus pemerintah melihat kenyataan yang terjadi dalam masyarakat sebelum mengambil langkah. Toyip mencontohkan Surat Edaran Diretur Jenderal Pendidikan Islam Jahja Umar yang membatasi jam pelajaran agama Islam hanya empat jam dalam sepekan.
Pemerintah harus melihat realitas yang dihadapi madrasah aliyah jika tujuannya memperbaiki sistem pendidikan. “Yang terjadi perbaikan sistem pendidikan di madsrasah tak menyeluruh tapi parsial,” ujar Toyib. Maka ia menyayangkan tindakan Jahja Umar yang tak meminta pendapat atau saran penyelenggara pendidikan sebelum mengeluarkan surat edaran baru.
Titis Setianingtyas





