Penembakan Pendeta Skenario Delegitimasi Pemerintah
Rabu, 18 Oktober 2006 | 19:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:dan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra mengatakan penembakan Pendeta Irianto Kongkoli di Palu, Sulawesi Tengah, merupakan skenario untuk menciptakan kekacauan di antara umat bergama.
Kekacauan itu, katanya, pada gilirannya bisa menimbulkan delegitimasi Pemerintah. "Saya berharap pemerintah khususnya kepolisian segera bertindak," pinta Azyumardi dalam acara diskusi publik Peran dan Fungsi Partai Dalam Menciptakan Hubungan Harmonis Antar Umat di kantor DPP PDI Perjuangan, Rabu.
Dia juga berharap masyarakat Islam dan Kristen di Palu menahan diri. Skenario ini, menurut dia, bisa berasal dari dalam negeri dan luar negeri yang berkepentingan untuk memperkuat posisinya masing-masing di tingkat lokal maupun nasional. "Kepentingannya sudah bercampur baur, seperti kepentingan sosial, politik, ekonomi yang membawa-bawa nama agama," jelasnya.
Azyumardi menilai selama ini pemerintah belum bekerja maksimal. Polisi hanya bergerak jika ada kasus saja. "Dikhawatirkan ini bisa jadi sangat eksplosif," ujarnya.
Artinya, lanjut dia, bisa jadi daerah lain seperti Maluku dan Ambon menjadi tempat pelatihan bagi tindakan-tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama seperti yang terjadi di Poso.
Rini Kustiani





