Komisi udisial Siap Wawancarai Calon Hakim Agung

Kamis, 26 Oktober 2006 | 14:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Yudisial siap menggelar tes wawancara sembilan calon hakim agung. Koordinator Bidang Penilaian Prestasi Hakim dan Seleksi Hakim Agung, Mustafa Abdullah, mengatakan Komisi telah menggelar rapat pleno untuk menyiapkan tahap akhir seleksi calon hakim agung tersebut.

"Semua anggota Komisi Yudisial sudah menyampaikan hasil temuan investigasi lapangan terhadap semua calon," kata Mustafa di Palembang ketika hubungi Tempo, Kamis (26/10).

Mustafa mengatakan, tujuh anggota Komisi Yudisial telah menyerahkan laporan hasil investigasi sembilan hakim agung, pada Rabu (18/10) pekan lalu. Dalam rapat itu, menurut Mustafa, anggota komisi memaparkan semua informasi yang diperoleh dari calon hakim agung dan keluarga maupun dari lingkungan masyarakat sekitar sembilan calon hakim agung tinggal dan bekerja. "Kami mencatat pemaparan dari masing-masing anggota komisi itu," ujar Mustafa menceritakan rapat tersebut. Kendati begitu, Mustafa enggan menyebutkan detil hasil investigasi yang telah dipaparkan tersebut.

Seperti telah diberitakan, Komisi Yudisial mengunjungi daerah asal sembilan calon hakim agung, yakni Abdul Gani Abdullah (DKI Jakarta), Achmad Ali (Makasar), Ahmad Mukhsin Asyrof (Bengkulu), Aminuddin Salle (Sulawesi Selatan), Bagus Sugiri (Sulawesi Tengah), Komariah E. Sapardjaja (Jawa Barat), Hatta Ali (Banten), Munir Fuady (Jawa Barat), dan Sanusi Husin (Lampung), pada Selasa (10/10) lalu. Sembilan calon hakim agung ini dinyatakan berhak mengikuti seleksi tahap akhir berupa tes wawancara, setelah sebelumnya dinyatakan lolos tes kepribadian pada 29 September lalu.

Selain mendatangi calon dan keluarganya, dalam investigasi tersebut, Komisi Yudisial juga mendatangi pihak-pihak yang dinilai bisa memberikan informasi perihal kehidupan calon hakim agung, misalnya tempat calon hakim agung bekerja. Komisi telah merampungkan investigasi ini pada Senin (16/10) pekan lalu.

Menurut Mustafa, sampai Komisi Yudisial belum melakukan penilaian terhadap laporan investigasi lapangan. Sebab, Mustafa mengatakan, komisi akan menilai setelah hasil investigasi itu diolah dengan laporan dari masyarakat dan hasil wawancara.

Soal wawancara, Mustafa menjelaskan, tes akan digelar pada Selasa (31/10) dan Rabu (1/11) pekan depan di kantor Komisi Yudisial. Menurut Mustafa, masyarakat dapat mengikuti secara langsung tes tersebut, karena terbuka untuk umum. Kendati begitu, Mustafa mengingatkan, hanya anggota Komisi Yudisial yang berhak mengajukan pertanyaan. "Nanti jika semua ikut nanya jadi kemana-mana dan politis," ujarnya sambil tertawa. Mustafa pun enggan menyebutkan materi wawancara yang akan diajukan terhadap calon, "Semua bisa berkembang terserah para anggota. Mulai dari kompetensi dan lain-lain, pokoknya menyeluruh".

AGOENG WIJAYA

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: