|
Partai Baru PKB Anam Ditentukan di Langitan 20 November
Rabu, 01 November 2006 | 17:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Syuro PKB versi Muktamar Surabaya KH Abdurrahman Chudlori (Mbah Dur) menyatakan sembilan kiai sepuh akan kembali bertemu untuk membuat keputusan final mengenai pendirian partai baru menyusul sikap pemerintah yang hanya mengakui PKB veri Muktamar Surabaya.
Pertemuan tersebut direncanakan diselenggarakan di Langitan, Tuban, Jawa Timur, 20 November mendatang. Menurut Mbah Dur, PKB yang dipimpin Choirul Anam tetap akan mendirikan partai baru setelah upaya islah juga tidak tercapai.
"Sementara ini namanya memang Partai Kebangkitan Nasional Ulama seperti yang sudah didaftarkan ke Menteri Hukum dan HAM itu, tetapi bisa saja nanti setelah pertemuan 20 November berubah. Finalnya nama dan siapa yang memimpin partai ditentukan dalam pertemuan kiai sepuh itu," katanya saat dihubungi TEMPO, Rabu (1/11).
Pernyataan pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang ini sekaligus sebagai bantahan atas munculnya kabar yang menyatakan Forum Ulama Langitan tidak merestui pembentukan partai baru. Sebelumnya, salah satu anggota PKB Versi Muktamar Surabaya, Syaifullah Yusuf mengatakan kalau para ulama tidak diajak berembuk sama sekali atau dimintai restu soal partai baru tersebut. Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal ini mengatakan kalau langkah Ketua DPP PKB versi Muktamar Surabaya, Choirul Anam mendaftarkan PKNU ke Departemen Hukum dan HAM merupakan langkah yang tidak tepat dan tidak selaras dengan skenario para kiai sepuh. (Korantempo, 1/11).
"Siapa bilang Kiai Langitan tidak bersedia. Pembentukan partai baru itu justru merupakan hasil musyarawah kiai-kiai sepuh. Tanggal 20 November akan dimantabkan lagi dan menjadi keputusan yang final," kata Mbah Dur lagi. Selain KH Abdurrahman Chudlori, sembilan kiai sepuh yang akan menggelar pertemuan di Langitan tersebut adalah KH Fakih (Langitan), KH Makruf Amin (Jakarta), KH Sofyan (Situbondo), KH Warsun (Krapyak), KH Dimyati Rois (Kaliwungu), KH Muhaiminan Gunardo (Parakan), KH Idris Marzuki (Jatim), dan KH Nurulhuda Jazuli (Ploso). "Siapa yang memimpin partai baru juga ditentukan dalam pertemuan itu," ujarnya.
Sementara itu, DPW PKB Jawa Tengah akan mengikuti jejak DPP PKB untuk melakukan recalling terhadap anggota DPRD Propinsi maupun Kabupaten yang diketahui terlibat dalam PKNU yang disebut-sebut sebagai reinkarnasi dari PKB versi Muktamar Surabaya. Menurut Wakil Ketua PKB Jawa Tengah, Chamim Irfani, pihaknya masih melakukan penelusuran siapa-siapa anggota FPKB DPRD Jawa Tengah yang ikut menjadi pengurus PKNU. "Dengan terlibat dalam pendirian partai baru, berarti yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi anggota PKB maka akan direcall," kata Chamim.
Imron Rosyid, Sohirin, Rofiudin
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|