close

Kalla: Agama Bukan Penyebab Konflik

Selasa, 07 November 2006 | 23:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat tidak menjadikan agama sebagai penyebab terjadinya konflik di tanah air. Sebagian besar konflik lebih disebabkan faktor kedudukan, politik, dan terutama ekonomi. “Jangan bawa-bawa agama sebagai penyebab konflik,” kata Kalla di Jakarta pada Selasa malam.

Kalla mencontohkan pertikaian di Poso dan Ambon yang disebabkan faktor politik dan ekonomi. "Di Poso konflik bukan menyangkut agama, tapi masalah perebutan kedudukan bupati," katanya. Sedangkan konflik di Ambon karena faktor ekonomi akibat ketidakadilan memperolah sumber daya alam.

Wakil Presiden menyayangkan adanya sekelompok masyarakat yang bertikai menjadikan perjuangan mati syahid sebagai tameng dan mengobral murah kata surga. "Sampai akhirnya yang Kristen berani membakar masjid atau yang Islam membakar gereja dengan tujuan mati di jalan surga," tuturnya.

Kalla menduga pertikaian dengan mengatasnamakan agama karena lebih mudah memobilisasi massa. Massa pendukung kelompok yang memulai pertikaian akan lebih mudah terpengaruh dengan iming-iming agama.

Serangkaian konflik yang terjadi di Indonesia, Kalla melanjutkan, lebih disebabkan kesalahan dan memahami persoalan yang muncul. Terutama masalah ekonomi yang mudah menyulut amarah masyarakat. Dia meminta masyarakat Indonesia tidak merusak proses yang sedang berjalan menuju ke arah kemakmuran. "Intinya harus ada saling keterbukaan guna menyamakan persepsi dan pemahaman terhadap suatu masalah,” katanya. indra manenda rosi

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan