Pemerintah Paling Bertanggung Jawab Soal Kebakaran Hutan
Rabu, 08 November 2006 | 16:23 WIB
TEMPO Interaktif, Padang:Pemerintah dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Indonesia yang menimbulkan kabut asap, dibanding perusahaan dan masyarakat.
Demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan Komunitas
Konservasi Indonesia (KKI) Warsi yang berkantor di
Jambi.
Deputi Direktur KKI Warsi, Mahendra Taher Rabu (8/11)
mengatakan, jajak pendapat melalui situs lembaganya
dilakukan sejak Juni 2003 hingga November 2006 secara
terbuka dengan mencantumkan nama dan email responden.
Dari lebih 800 responden, 52,29 persen menyatakan
pemerintah paling bertanggung jawab terhadap kebakaran
hutan yang selalu terjadi setiap musim kemarau di
Indonesia. Sedangkan 27,56 persen responen menyatakan
perusahaanlah yang paling bertanggung jawab. Sisanya,
20, 15 persen menyatakan masyarakatlah yang harus
bertanggung jawab.
"Hasil polling ini kami harapkan dapat menjadi masukan
bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah
penting mengatasi kebakaran hutan dan lahan, serta
mencegah dampak kabut asap," kata Taher.
Menurutnya, pemerintah harus mengambil langkah
penyelamatan tidak hanya untuk penghentian kebakaran
tahun ini, tetapi juga untuk memikirlan langkah
antisipatif sehingga pada musim kemarau tahun depan
tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan.
Kebakaran hutan dan lahan, kata Taher, selain
menimbulkan kabut asap yang membahayakan kesehatan,
juga menjadi salah satu pemicu terjadinya pengurangan
hutan alam di Indonesia, khususnya Jambi, di samping
aksi pembalakan dan konversi lahan.
Febrianti





