Presiden Anugerahi Delapan Pahlawan Baru
Kamis, 09 November 2006 | 14:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada delapan pejuang kemerdekaan untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November. Tujuh pahlawan di antaranya memperoleh tanda kehormatan. Penganugerahan diterima para ahli waris di Istana Negara, salah satunya Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Tujuh pahlawan itu Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I dari Daerah Istimewa Yogyakarta, K.H Noer Ali dari Jawa Barat, R.M Tirto Adhi Soerjo dari Jawa Barat, Pajonga Daeng Ngalie Karaeng Polongbangkeng dari Sulawesi Selatan, Opu Daeng Risadju dari Sulawesi Selatan, Andi Sultan Daeng Radja dari Sulawesi Selatan, dan Izaak Huru Doko dari Nusa Tenggara Timur.
Adapun pahlawan tanpa tanda kehormatan adalah Teuku Mohammad Hasan dari Nanggroe Aceh Darussalam. Ia ikut membahas UUD 1945 sebagai Wakil Pemimpin Besar Bangsa Indonesia untuk wilayah Sumatera kemudian menjadi Gubernur Sumatera. Tuku Mohammad juga eornah menjadi Wakil Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia merangkap Menteri Pendidikan, Presiden pun menganugerahi Bintang Jasa Utama kepada Muhammad Isa Anshary asal Jawa Barat.
Badriah





