15 Juta Kepala Keluarga Kekurangan Air Bersih
Jum'at, 10 November 2006 | 21:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 15 juta kepala keluarga, atau 30 persen dari 45 juta keluarga di Indonesia, masih belum memiliki fasilitas air bersih secara layak. Kesemuanya tersebar di 30 ribu desa, dari 70 ribuan desa di Indonesia.
“Kami sedang menjajaki cara yang efektif untruk mengatasi hal ini,” kata Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf kepada wartawan Jumat (10/11) di Jakarta.
Menurutnya, ada tiga cara yang sudah teridentifikasi. Yaitu pembangunan prasarana air bersih dengan diserahkan langsung ke masyarakat. Atau membiarkan masyarakat membangun sendiri fasilitas itu.
Cara kedua, yaitu pemerintah terlibat separuhnya dari proses pembangunan fasilitas air bersih, dan separuhnya swadaya masyarakat. Cara ketiga yaitu semuanya dibangun oleh pemerintah, dari pendanaan dan pengadaan. “Cara yang ini digunakan untuk daerah terpencil,” katanya.
Untuk pengadaan air bersih yang layak, Gus Ipul, panggilan akrabnya, menghitung dana yang dibutuhkan perdesanya sekitar 500 juta rupiah. Artinya untuk 30 ribu desa, dibutuhkan anggaran sebesar 15 triliun rupiah. Secara bertahap tiap tahunnya sampai 2010, dibutuhkan anggaran 5 triliun pertahun. “Sedang disiapkan perangkat untuk mencari anggaran itu,” katanya.
Selain fasilitas air bersih, Gus Ipul juga menyebutkan ada sekitar 40 ribu desa yang tidak memiliki sarana telekomunikasi. Juga ada sekitar 28 ribu desa yang tidak terjangkau sinyal telepon seluler. “Secara perlahan mereka yang tertinggal akan dibangun,” katanya.
Mustafa Moses





