Menteri Hasan: Perdebatan Seputar Kunjungan Bush Tidak Menguntungkan

Jum'at, 10 November 2006 | 22:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda mengatakan bahwa perdebatan publik seputar pengamanan yang dilakukan untuk menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush tidak menguntungkan. “Perdebatan tersebut tidaklah menguntungkan, apalagi hal itu berada diluar fokus masalah yang akan dibahas dalam pertemuan,” Kata Hasan Wirajuda saat memberikan konferensi pers di Gedung Pancasila Departemen Luar Negeri Jakarta, Jumat (10/11).

Menurut Hasan persiapan yang dilakukan untuk menyambut kedatangan Bush ini telah melalui konsultasi antar dua negara. Sehingga apa yang dilakukan sebenarnya bukanlah langkah yang luar biasa. “ Saya menyesalkan banyaknya perdebatan dan celoteh tentang masalah kemanan ini,” kata Hasan.

Seharusnya kunjungan Bush ini disikapi dengan pikiran jernih sebagai tamu negara. Kedatangannya merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhono ke Washington DC beberapa waktu lalu. Pemerintah Indonesia melihat kunjungan balasan ini sebagai kunjuangan yanga akan membawa manfaat. Oleh karena itu wajar kiranya bila pemerintah Indonesia berusaha agar tamunya merasa aman dan nyaman.

Namun di lain pihak Menlu tetap memahami adanya pro dan kontra terhadap kunjungan Bush ini. “Hal itu merupakan bagian dari keterbukaan dan demokrasi di Indonesia,” kata Hasan. Menurutnya penolakan itu syah-syah saja sepanjang tidak memaksakan pendapatnya. Toh di hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia, di beberapa negara lain yang dikunjunginya Bush juga pernah menerima penolakan dari sebagian warna negara tersebut.

Lebih jauh Hasan berharap masyarakat lebih fokus pada masalah pokok yang diagendakan dalam pertemuan ini. Fokus dari pertemuan Bush dengan SBY adalah tentang kesehatan, pendidikan, penanganan flu burung, penanganan dan penanggulangan gempa, dan early warning sistem. Masalah terorisme dan kerjasama militer tidak akan terlalu dibahas dalam kesempatan ini. “Apalagi masalah itu secara politik sudah selesai dan lebih pada masalah teknis, yang cukup dibicarakan dalam tingkat menteri dan sebagainya,” kata Hasan. Selain itu Indonesia sendiri telah banyak menjalin kerjasama dengan negara-negara lain dan telah dilembagakan.

Hal lain yang akan dibicarakan adalah mengenai energi, khususnya mengenai pengembangan energi alternatif seperti bioenergi, biodiesel dan biaetanol. “Ada keperluan kita menglihkan teknologi Amerika Serikat atau negera-negara lain,” kata Hasan Wirajuda.

Hasan juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan ini akan ada roundtable antara Presiden Bush, Presiden Yudhoyono dan para tokoh dengan tema pembicaraan tentang pendidikan dan kebudayaan. Sedangkan mengenai kunjungan Bush ke pesantren Ashriyyah Nurul Iman, di Desa Waru Jaya RT 01/01, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Menlu mengatakan hal itu belum ada kepastian. Titis Setianingtyas






Komentar Anda

Kirim