Sembilan Perguruan Tinggi Kaji Pemahaman Pancasila
Rabu, 15 November 2006 | 01:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementrian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan mengumpulkan pakar-pakar Pancasila dari sembilan perguruan tinggi. Mereka akan mengkaji dugaan lunturnya falsafah Pancasila sekarang ini.
Staf Ahli Kesatuan Bangsa Sudharmadi W.S. mengungkapkan,
"Ini keprihatinan kam. Sepertinya Pancasila sudah mulai luntur dari bangsa ini,"ujar Sudharmadi, kemarin.
Kesembilan perguruan tinggi yang ikut terlibat itu di antaranya Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Hassanudin Makassar, Universitas Brawijaya Malang, dan Universitas Indonesia.
Lunturnya pengamalan Pancasila ini diindikasikan dari berbagai macam peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini. Dia mencontohkan kerusuhan di Poso atau tempat lain yang tak kunjung selesai. Atau kejadian-kejadian yang mudah tersulut karena perbedaan pendapat.
Menurutnya, kemajemukan yang ada ini sudah menjadi harga mati yang sudah ada di Indonesia. Rencananya para tokoh masyarakat dan tokoh agama juga akan diundang.
Dia membantah hasil kajian ini nantinya akan kembali menghidupkan program pemerintah melalui Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. "Kami tidak akan menghidupkan lagi P4," ujarnya.
Dian Yuliastuti





